Instalasi Biogas Sederhana
BIOGAS
DRUM
Instalasi Biogas Sederhana
Panduan ringkas: bagaimana limbah organik difermentasi dalam drum menghasilkan gas yang bisa menyalakan kompor, dengan desain aman dan warna ceria.
Prinsip singkat
Dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen), bakteri memecah bahan organik dan menghasilkan campuran gas — utamanya metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂). Metana adalah komponen yang mudah terbakar dan dapat menyalakan kompor bila cukup diperoleh dan dialirkan dengan aman.
Gunakan drum logam atau plastik tebal yang bersih. Drum harus tertutup rapat tetapi dilengkapi pipa keluaran gas dan katup pengaman.
Campurkan limbah organik (sisa sayur, kulit buah, kotoran ternak/domba/ayam) dengan air (perbandingan kira-kira 1:1 sampai 1:2 menurut tekstur). Hindari minyak dalam jumlah besar dan bahan berminyak/berperekat.
Tutup drum rapat. Fermentasi umum mulai menghasilkan gas dalam 5–15 hari tergantung suhu (lebih cepat di suhu hangat ~25–35°C).
Gunakan gas holder sederhana: kantong/ballon besar atau drum kecil mengambang yang menampung gas agar tekanan stabil. Jangan mengandalkan ruang kosong dalam drum utama tanpa penampungan.
Pipa fleksibel (selang gas khusus) dari katup penampung ke regulator/kompor. Nyalakan dengan tombol pengapian; jika campuran metana cukup dan tekanan memadai, api akan stabil.
Contoh diagram sederhana
Peralatan & bahan cepat
- Drum 200–220 L (logam atau HDPE tebal) dengan tutup rapat
- Pipa/selang gas yang aman (jangan gunakan selang biasa yang bukan untuk gas)
- Katup pengaman dan sambungan klem
- Penampung gas (ballon besar, atau drum kecil mengambang)
- Alat pengukur tekanan sederhana dan wadah air untuk gas trap jika perlu
Catatan penting — KESELAMATAN
- Jangan menyalakan atau memanaskan drum langsung — drum bisa bertekanan dan meledak.
- Hindari kebocoran — gas metana mudah terbakar; H₂S (belerang) bisa beracun dan berbau sangat tidak sedap.
- Jangan pernah menyimpan gas bertekanan tinggi tanpa katup pengaman atau regulator.
- Kerjakan di area terbuka atau ruangan dengan ventilasi baik.
- Gunakan detektor gas bila tersedia.
- Jika berbau telur busuk (H₂S) atau pusing/iritasi, segera evakuasi dan ventilasi area.
Bagaimana mengetahui kalau gas cukup untuk kompor?
- Biogas yang bisa menyala biasanya mengandung >40% metana.
- Tekanan harus cukup untuk mengalir ke kompor; penampung gas membantu mempertahankan suplai konsisten.
- Coba nyalakan dengan api kecil — bila api stabil, suplai cukup. Jika menyala namun putus-putus, campuran/tekanan belum optimal.
Perawatan & hal yang sering keliru
- Menambahkan bahan baru: potong/haluskan bahan organik agar terurai lebih cepat.
- Jangan tambahkan obat, bahan kimia pembersih, atau garam berlebih — bisa membunuh bakteri.
- Musim dingin memperlambat produksi; simpan di lokasi yang hangat bila memungkinkan.
Cara alami meningkatkan produksi metana
- Bahan seimbang: Campur limbah dapur dengan kotoran ternak (kaya bakteri anaerob alami). Perbandingan C/N ideal: sekitar 25–30 : 1 (sayur/buah = kaya karbon, kotoran ternak = kaya nitrogen).
- Potong/haluskan bahan: makin kecil, makin cepat terurai.
- Jaga suhu: 30–35 °C adalah “zona nyaman” bakteri.
- Aduk perlahan sesekali: supaya lumpur tidak mengendap dan gas bisa lepas.
- Kontrol pH: jika terlalu asam → tambah kapur/dolomit sedikit.
- Starter mikroba: gunakan lumpur dari septic tank atau kotoran sapi sebagai inokulan awal (kaya metanogen).
Comments
Post a Comment